| Keterlibatan militer yang menjadi deux ex machina, persenjataan modern hanya bisa dilawan yang modern juga |
Rabu, 20 Februari 2019
2003, Budaya, Buku Cerita, Depdikbud (proyek), Jehezkiel (ilustrator), M. Nasin (penulis), Sahala Adidayatama (penerbit), Sayembara Naskah
Minggu, 23 Desember 2018
Ilustrasi : -
1995, Buku Cerita, Buku Inpres, Buku Lawas, Cerita Rakyat, Depdikbud (proyek), Dongeng, Rahmani Rauf (penulis), Rian Utama (penerbit)
Rabu, 21 November 2018
Ilustrasi : Asmadi
1981, 1982, Asmadi (ilustrator), Buku Cerita, Buku Inpres, Buku Lawas, Depdikbud (proyek), Dj. Hasugian (penulis), Rosda Karya (penerbit), Sejarah, Tokoh
Rabu, 07 November 2018
Tahun terbit : 1985 (cetakan pertama: 1982)
1982, 1985, Agama, Buku Cerita, Buku Inpres, Buku Lawas, Bumi Restu (percetakan), Depdikbud (proyek), Fazl Ahmad (penulis), Islam, Nawawi Rambe (penulis), Perang, Sejarah, Tokoh, Widjaya (penerbit)
Minggu, 04 November 2018
Gambar oleh : C.Z. Dupe
Pihak Belanda menjadi
musuh yang hadir tanpa wajah
|
Penduduk Irian
digambarkan sangat terbelakang. Yang meski ramah dan hangat membuat para
prajurit tidak betah berlama-lama menetap di kampung mereka
|
1974, A. Soeroto (penulis), Balai Pustaka (penerbit), Buku Cerita, Buku Inpres, Buku Lawas, C.Z. Dupe (ilustrator), Depdikbud (proyek), Papua, Perang, Sejarah
Senin, 15 Oktober 2018
Judul buku : Cikal Bakal Bani Israil (Father of Israel)
Penulis & ilustrator : Ibnu Nouval & Saifullah
Penerbit : PT Bina Ilmu, Surabaya (Proyek Pengadaan Buku Perpustakaan Dikmenum)
Jumlah halaman : 48
Nilai : 3 dari 5
| Ilustrasi garapan Saifullah sangat bergaya "luar" yang mana aku suka |
| Tampil dwi bahasa (Indonesia dan Inggris). Yang kalau dicermati, bahasa Inggrisnya cukup alakadarnya. Mungkin dimaksudkan sebagai sarana belajar bahasa Inggris. |
1985, Agama, Bina Ilmu (penerbit), Buku Cerita, Buku Inpres, Buku Lawas, Depdikbud (proyek), Ibnu Nouval (penulis), Islam, Saifullah (ilustator)
Rabu, 26 Agustus 2015
Judul buku : Maui Pendekar Hawaii
Penulis : Yus Rusamsi
ISBN : -
Penerbit : Pustaka Jaya, Jakarta
Tahun terbit : 1979
Jumlah halaman : 76
Ilustrator : A. Wakidjan
Harga beli : Rp. 5000,-
Beli di : Social Agency Godean, Yogyakarta
Tanggal beli : 28 Mei 2015
Nilai : 3 dari 5
| Maui dan nenek pemilik air ajaib |
1979, A. Wakidjan (ilustrator), Buku Cerita, Buku Lawas, Cerita Rakyat, Dongeng, Helen L. Berkey (penulis), Pustaka Jaya (penerbit), Yus Rusamsi (penulis)
Jumat, 21 Agustus 2015
Judul buku : Sepasar dan Satu Malam
Penulis : Ny. Husein Djajadiningrat
Penerbit : Balai Pustaka, jakarta
Tahun terbit : 1975 (cetakan pertama 1971)
Jumlah halaman : 55
Gambar kulit : Dahlan Djazh (ilustrator)
Nilai : 2,5 dari 5
Masing-masing dongeng disampaikan Si Nenek setiap malam selama “sepasar” menginap di rumah anaknya. Sepasar adalah lima hari pasaran menurut kalender Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon), tapi dongeng yang disajikan berjumlah enam karena malam di hari kedatangan Nenek rangkaian dongeng langsung dimulai.
Namun,...model penceritaan inilah yang menimbulkan ketersendatan alur dan ruang. Sedikit sedikit kenikmatan kita sebagai pembaca diinterupsi oleh bukan saja perbincangan Si Nenek dengan cucu-cucunya tapi juga suasana liburan Si Nenek di rumah anaknya. Misalnya: ketika Si Nenek asyik mendongeng, tiba-tiba seorang cucunya bertanya ini-itu, memotong dongeng tanpa ada jeda tegas, mana dongeng mana obrolan santai. Bisa dibayangkan pemotongan ruang/waktu yang terjadi?
Penasaran juga sebetulnya mengapa model sub-plot yang berada di luar plot utama begitu sering dipakai di buku-buku cerita lawas era Soeharto. Hampir semua buku cerita lawas yang kumiliki memakai model ini. Penulis seolah ingin membuat suasana yang privat untuknya dengan harapan mengakrabkan situasi itu kepada pembaca tetapi sekaligus mengurangi hubungan privat pembaca dengan dongeng yang tengah disajikan.
bagian dalam buku dongeng "Walang Sintrong"
|
Malam kedua (Jumat Wage) “Paman Bangau.” Cerita klasik kecerdikan ikan yang lolos dari paruh bangau. Tapi diperpanjang sedikit dengan kisah yang tidak relevan ketika Si Bangau tidak sengaja memecahkan telur burung gemak lalu menebus kesalahannya dengan membawakan batu bata halus supaya gemak bisa bertelur lagi (?).
Malam ketiga (Sabtu Kliwon) “Timun Mas dan Gajah Barong Mata Singa,” dongeng klasik yang kita semua sudah tahu. Malam keempat (Minggu Legi) “Panji Laras.” Lagi-lagi dongeng klasik tapi disertai Plot twist: ibu Panji Laras adalah Timun Mas. Malam kelima (Senin Pahing) “Nini Buto Ijo” alias Bawang Merah bawang Putih. Malam keenam alias terakhir (Selasa Pon) “Raja Ulat.”
Dongeng penutup ini agak what the fuck. Saking what the fuck-nya sampai malas sebenarnya aku menyinopsiskan. Bukan saja antiklimaks (karena idealnya cerita penutup harusnya paling bagus) tapi dongeng ini anonim (tanpa nama tokoh) dan pondasi narasinya hanya berdasar pamali. Ceritanya ada seorang gadis cantik (dia hanya disebut "gadis cantik") yang somse (sombong sekali, yee kelihatan umurnya pake akronim jadul). Semua laki-laki ditolaknya. Sehingga usianya nyaris uzur. Dia pun stres dan sering tidur di emper rumah walaupun sudah dilarang orang tuanya. Dia mendapat mimpi bertemu seorang lelaki tampan yang datang melamarnya. Lelaki itu ternyata ada sungguhan, dia melamar Si Gadis lalu menikahinya. Besok harinya kedua pengantin tidak kunjung keluar dari kamar. Setelah pintu dibuka paksa Si Gadis (yang tidak 'gadis' lagi, ehm) tewas dipeluk ulat raksasa yang juga sudah mati. Si Ulat ternyata adalah jelmaan Raja Ulat. Kesimpulan Si Nenek pencerita: Jangan melangar pamali, yaitu tidur di emper rumah atau kamu akan dibunuh raja ulat. AH, Si Nenek juga lupa soal pamali, jangan akhiri dongeng dengan cerita yang what the fuck.
1971, 1975, Balai Pustaka (penerbit), Buku Cerita, Buku Inpres, Buku Lawas, Cerita Rakyat, Dahlan Djazh (ilustrator), Dongeng, Ny. Husein Jayadiningrat (penulis)