Sabtu, 08 Agustus 2015

Ditulis 04.34 oleh with 1 comment

Dunia Simon


Judul buku                : Dunia Simon
Penulis                      : Wihambuko Tiaswening Maharsi
ISBN                        : 978-602-70286-0-9

Penerbit                    : Tan Kinira Books, Yogyakarta
Tahun terbit              : 2014
Jumlah halaman         : 114
Desain cover             : Gamaliel Budiharga

Harga beli                 : Rp. 50.000,-
Beli di                       : Penerbitnya langsung
Tanggal beli               : 8 Mei 2014
Nilai                          : 4 dari 5

Aku termasuk pembaca awal yang beruntung waktu buku ini belum berbentuk buku. Dan cerita yang kubaca pertama kali adalah "Pesan", yang mana menurutku adalah cerpen terbaik di buku ini, yang kemudian membuatku me”mesan” buku ini langsung pada penerbitnya. Mungkin karena itulah cerpen ini diletakkan paling akhir sebagai penutup.

Buku kumcerpen ini adalah kitab cinta-nya seorang perempuan yang secara keseluruhan aku tangkap karakter cewek dalam buku ini sinis dan jutek, belum lagi dia ini pencinta rokok. Tapi anehnya aku sebagai pembaca bisa dibawa masuk ke dalam tulisannya. Kenapa? Entah ya, barangkali karena dialog-dialog dan monolognya atau obrolan serta interaksi si cewek dengan karakter lain yang memancing rasa penasaran dan rasa simpati sekaligus kesal (atau kasihan sebenarnya? :) sama si karakter yang sepertinya personifikasi penulisnya langsung. Padahal penulisnya sendiri seperti pribadi yang berbeda dari karakter dalam buku. Aneh gak?

Buku juga adalah soal seni. Tata letak dalam buku ini juga salah satu poin yang membuatnya jadi unik bin antik. Ada 10 cerpen yang ajaibnya sama dengan jumlah huruf dari judul itu sendiri: D-U-N-I-A S-I-M-O-N. Satu cerpen seolah diwakili satu huruf dalam judul dan juga ilustrasinya, meskipun aku sendiri tidak mengerti ada pesan apa di baliknya. Murni kebetulan? Kurasa tidak. Karena itu kubilang buku ini juga soal seni, seni penataan.

Cerpen lain yang aku suka: Rokok, Dan gadis Itu Datang, The Stranger
      edit

1 komentar:

  1. wah bisa sampei terbawa begitu sob baca ini buku, kaya gimana sih isinya, jadi penasaran...

    BalasHapus